Senin, 07 Mei 2012

Materi ALGORITMA PEMROGRAMAN 2A - PERTEMUAN 7 (FUNCTION)


FUNCTION


Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya atau jenis hasilnya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi.
Pada bahasa Pascal dikenal beberapa fungsi, misalkan : abs, pred, sqrt, sqr, succ dan sebagainya.
Fungsi-fungsi tersebut biasanya dikenal dengan Built in Function. Sedangkan function yang akan bicarakan disini adalah fungsi yang kita buat sendiri.
Berbeda dengan procedure, function merupakan modul program yang menghasilkan suatu kuantitas.
Hal ini dapat dilihat dari bentuk header-nya yang menyebutkan jenis data dari kuantitas yang dihasilkan.
Secara umum bentuk header suatu function adalah :
           
                        FUNCTION nama : jenis hasil;
Atau                FUNCTION nama (formal parameter : jenis ) : jenis_hasil;
Contoh :

1.    Akan dibuat suatu fungsi dengan nama MAX yang dapat menentukan integer terbesar di antara dua integer.

Function MAX (x,y : integer) : integer;
Begin
      If x < y then MAX := y ;
                   Else MAX := x;
End;

Selanjutnya kita dapat menggunakan fungsi di atas dalam suatu program, misalnya dengan menyatakan sebagai berikut :
      P := MAX(a,b);
      Z := MAX(a+b,a*b);
      Q := MAX(MAX(a,b),c);
      …………………………
      dsb.

2.    Function LOG (x : real) : real;
Begin
      LOG := ln (x) / ln (10.0);
End;

3.    Function POWER (x,y : real) : real;
Begin
      POWER := exp (y * ln (X))
End;

                                                 ab  = POWER (a,b)
                                                 ba  = POWER (b,a)
                                                 (p + q)r/s  = POWER (p + q, r/s)
                                                 ………………………………..
                                                 dll

 Contoh :

Function Hitung(Var A,B : integer): integer;
Begin
            Hitung := A + B;
End;

Var      X,Y : integer;
Begin
            Write(‘Nilai X ? ‘);
            Readln(X);
            Write(‘Nilai Y ? ‘);
            Readln(Y);
            Writeln;
            Writeln(X,’ + ‘,Y,’ = ‘,Hitung(X,Y));
End.

Hasilnya :
            Nilai X ? 2
            Nilai Y ? 3

1 + 3 = 5


Perbedaan fungsi dengan prosedur adalah :
1.    Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya (kalau pada prosedur pada parameter yang dikirimkan secara acuan). Pada contoh, nama fungsi tersebut adalah Hitung dan nilai yang dikirim  balik berada pada nama fungsi tersebut. Sehingga nama fungsi ini harus digunakan untuk menampung hasil yang akan dikirimkan dari fungsi, sebagai berikut :
Hitung := A + B;
                                    Nama fungsi yang berisi nilai yang akan dikirimkan

2.    Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung digunakan untuk dicetak hasilnya, sebagai berikut :
            Writeln(X,’ + ‘,Y,’ = ‘,Hitung(X,Y));
Nama fungsi yang langsung digunakan untuk ditampilkan hasilnya.
                                                                       
Atau nilai fungsi tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke pengenal variabel yang lainnya, sebagai berikut :
            Hasil := Hitung(X,Y);
            Writeln(X,’ + ‘,Y, ‘ + ‘,Hasil);

Sedang pada prosedur, nama prosedur tersebut tidak dapat digunakan langsung, yang dapat langsung digunakan adalah parameternya yang mengandung nilai balik.


REKURSIF


Suatu fungsi atau prosedur dalam bahasa Pascal dapat bersifat rekursif. Artinya, fungsi atau prosedur tersebut dapat memanggil dirinya sendiri. Berikut ini sebuah contoh fungsi dan prosedur yang rekursif.
 

1.    function faktorial (nilai : integer) : integer;
begin
      if nilai <= 0 then faktorial := 1;
                     else faktorial := nilai * faktorial (nilai-1)
end;

     Var
            N : integer;
     Begin
            Write(‘Berapa faktorial ? ‘);
            Readln(N);
            Writeln(N,’ faktorial = ‘,faktorial(N):9:0);
     End.          

                                     faktorial (4) = 4 * faktorial (3)
                                                                  3 * faktorial (2)
                                                                        2 * faktorial (1)
                                                                             1 * faktorial (0)
                                                                                           1
                                                            = 4 * 3 * 2 * 1 * 1
                                                = 24

2.    Bilangan Fibonanci:
F (0) = 0
F (1) = 1
            F (n) = F ( n-1 ) + F (n-2);  untuk  n >1
       Function fibonacci ( n : integer ) : integer;
       Begin
            If  n = 0  then  fibonacci := 0
                           Else
                                    If n := 1  then  fibonacci := 1
                                                   Else  fibonacci := fibonacci (n-1) + fibonacci (n-2);
       End;

3.    Procedure reverse ( num : integer );
Begin
      If num < 10  then  write(num)
                           Else  begin
                                          Write(num mod 10);
                                          Reverse(num div 10);
                                    End;
End;



Fungsi Standar

1.    Fungsi standar aritmatika
·                     Fungsi standar ABS
Bentuk umum :  ABS(x);
Digunakan untuk memutlakkan suatu nilai yang ditunjukkan oleh argumen x.
Contoh :

Begin
X:=-2.3;
Write(‘Nilai X = ‘,X,’ Nilai mutlaknya = ‘,Abs(X):3:1);
      End.

·                     Fungsi standar EXP
Bentuk Umum :  EXP(x:):real;
Digunakan untuk menghitung nilai pangkat dari bilangan e yaitu sebesar ex. Hasilnya berupa nilai real.
           
·                     Fungsi standar LN
Bentuk umum :  LN(x):real;
Digunakan untuk menghitung nilai logaritma alam (natural logarithm) dari nilai x. Hasilnya berupa nilai real.
  
·                     Fungsi standar INT
Bentuk umum :  INT(x:real):real;
Digunakan untuk menghasilkan nilai integer dari x. hasil dari fungsi adalah tipe real dengan nilai yang berupa pembulatan ke bawah (nilai pecahan dibuang) dari nilai x.
Contoh :
Begin
            X:=9.99;
            Write(‘Nilai yang akan dibulatkan = ‘,X);
            Writeln(‘Nilai pembulatannya = ‘,Int(X):3:2);
End.
            Hasil :
                        Nilai yang akan dibulatkan = 9.99
                        Nilai pembulatannya = 9.00

·                     Fungsi standar FRAC
Bentuk umum :  FRAC(x:):real;
Digunakan untuk mendapatkan nilai pecahan dari argumen x. Argumen x dapat bernilai real maupun integer dan hasil dari fungsi adalah real.
Contoh :
Begin
            X:=9.99;
            Write(‘Nilai X = ‘,X,’ Nilai pecahannya = ‘,Frac(X):4:3);
End.

Hasilnya :      Nilai X = 9.99  Nilai pecahannya = 0.990

·                     Fungsi standar SQR
Bentuk umum :  SQR(x);
Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari argumen x.
Contoh :
Begin
            X :=2;
            Write(‘Nilai X = ‘,X,’ Nilai kuadratnya = ‘,sqr(x));
End.

Hasilnya :  Nilai X = 2  Nilai kuadratnya = 4

·                     Fungsi standar SQRT
Bentuk umum :  SQRT(x) : real;
Digunakan untuk menghitung nilai akar dari argumen x, hasilnya berupa real.

·                     Fungsi standar PI, SIN, COS, ARCTAN
2.    Fungsi Standar Transfer
Digunakan untuk merubah suatu nilai ke bentuk nilai lain.
·                     Fungsi standar CHR
Bentuk umum :  CHR(x:byte):char;
Digunakan untuk merubah nilai dari byte x ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII.
Contoh :
            X := 66;
            Write(‘Nilai X = ‘,x,’ Nilai karakternya = ‘,CHR(X));

Hasilnya :  Nilai X = 66  Nilai karakternya = B

·                     Fungsi standar ORD
Bentuk umum :  ORD(x):longint;
Digunakan untuk merubah nilai x ke bentuk nilai longint yang sesuai dengan kode ASCII, merupakan kebalikan dari fungsi CHR.

·                     Fungsi standar ROUND
Bentuk umum :  ROUND(x:real):longint;
Digunakan untuk membulatkan nilai dari real x ke nilai longint yang terdekat. Bila nilai pecahan sama dengan atau lebih besar dari 0.5 akan dibulatkan ke atas, sedang kalau lebih kecil dari 0.5 akan dibulatkan ke bawah.
Contoh :
            Write(’10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat ‘,Round(10/3));
            Writeln(’20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah ‘,Round(20/3);
Hasilnya :
            10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 3
            20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 7


·                     Fungsi standar TRUNC
Bentuk umum :  TRUNC(x:real):longint;
Digunakan untuk membulatkan nilai dari real x ke nilai longint terkecil. Atau dengan kata lain membulatkan ke bawah.
Contoh :
Write(’10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat ‘,Trunc(10/3));
            Writeln(’20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah ‘,Trunc(20/3);
Hasilnya :
            10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 3
 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah 6

3.    Fungsi Standar Lainnya        
Fungsi standar yang tidak termasuk dalam kelompok pembagian di atas :
·                     Fungsi standar Hi, Lo, Swap
·                     Fungsi standar Random
Bentuk umum : Random [(range :word)];
Digunakan untuk menghasilkan angka random berkisar dari nilai lebih besar atau sama dengan nol dan lebih kecil dari satu. Bila range tidak disebutkan, hasil dari fungsi ini adalah real, bila range disebutkan, hasilnya adalah word.
·                     Fungsi standar SizeOf
Bentuk umum :  SizeOf(x):word;
Digunakan untuk menunjukkan besarnya byte yang digunakan oleh suatu variabel x, hasilnya berupa nilai word.
·                     Fungsi standar UPCASE
Bentuk umum :  UpCase(Ch:char):char;
Digunakan untuk merubah argumen suatu karakter yang ditunjukkan oleh Ch menjadi bentuk karakter huruf besar (upper case).

0 komentar:

Posting Komentar

Please Leave Your Comment :)