WIDYAWATI
4KA30
17111393
KELOMPOK 3
TUGAS SOFTSKILL ETIKA & PROFESIONALISME TSI
------------------------------------------------
ETIKA
PENGERTIAN ETIKA
- Kata Etika berasal dari Bahasa Yunani, yakni “ήθος (dibaca: ethos)”
artinya karakter, watak kesusilaan atau adat.
- Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang
hak dan kewajiban moral (akhlak).
- Menurut Suseno (1987), etika
adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti
suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang
bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral.
- Sedangkan menurut Kattsoff (1986),
etika sebenarnya lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar
pembenaran dalam hubungan tingkah laku manusia.
- Perkembangan etika yaitu
studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan
waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada
umumnya.
- Etika disebut juga filsafat
moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia.
TUJUAN
DAN FUNGSI ETIKA
Fungsi
Etika
Menurut Magnis Suseno, Etika adalah pemikiran sistematis
tentang moralitas ,dan yang dihasilkan secara langsung bukan kebaikan melainkan
suatu pengertian yang lebih mendasar dan kritis. F.Magnis Suseno menyatakan ada
empat alasan yang melatarkan belakanginya.
- Etika dapat membantu dalam mengali rasionalitas dan
moralitas agama,seperti mengapa Tuhan memerintahkan ini bukan itu
- Etika membantu dalam mengintterprestasikan ajaran agama
yang saling bertentangan
- Etika dapat membantu menerapkan ajaran moral agama terhadap
masalah masalah baru dalam kehidupan manusia
- Etika dapat membantu mengadakan diaolog antar agama karena
etika memndasarkan pada rasionallitas bukan wahyu
Selain itu, etika juga berfungsi sebagai sarana untuk
memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang
membingungkan. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu
keterampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. Orientasi etis
ini diperlukan dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.
Fungsi etika berdasarkan subjek/objek:
- Sebagai subjek : Untuk
menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar,
buruk atau baik.
- Sebagai Objek : cara
melakukan sesuatu (moral).
Tujuan
Etika
Dalam kehidupan sehari-hari, Etika sangat
penting untuk di terapkan untuk menciptakan nilai moral yang baik. Beberapa
orang mengartikan bahwa etika hanyalah sebagai konsep untuk dipahami dan bukan
menjadi bagian dari diri. Namun sebenarnya etika harus benar-benar dimiliki dan
diterapkan oleh diri masing-masing, sebagai modal utama moralitas pada
kehidupan yang menuntut manusia untuk berbuat baik. Etika yang baik,
mencerminkan perilaku yang baik, sedangkan etika yang buruk , mencerminkan
perilaku yang buruk pula. Selain itu etika dapat membuat manusia menjadi lebih
tanggung jawab, adil dan responsif.
Tujuan menerapkan atau mempelajari etika itu
sendiri ialah :
- Untuk mendapatkan konsep
yang sama mengenai penilaian baik dan buruknya perilaku atau tindakan manusia
dalam ruang dan waktu tertentu.
- Mengarahkan perkembangan
masyarakat menuju suasana yang harmonis, tertib, teratur, damai dan sejahtera.
- Mengajak orang bersikap
kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.
- Etika merupakan sarana yang
memberi orientasi pada hidup manusia.
- Untuk memiliki kedalaman
sikap; untuk memiliki kemandirian dan tanggung jawab terhadap hidupnya.
- Mengantar manusia pada
bagaimana menjadi baik.
- Untuk mendapatkan konsep
mengenai penilaian baik buruk manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
- Pengertian baik: Segala
perbuatan yang baik.
- Pengertian buruk: Segala
perbuatan yang tercela.
MACAM-MACAM ETIKA
Ada dua jenis yaitu:
- Etika deskriptif: Etika yang berbicara tentang suatu fakta. Yaitu
tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas
yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Etika yang menyoroti secara rasional
dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai.
- Etika normatif: Etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada
manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Etika
yang mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan
sehari-hari.
IMPLEMENTASI ETIKA
Beberapa implementasi (penerapan) etika dalam
kehidupan sehari-hari dalam dunia kerja yang harus dipatuhi oleh pekerja
diantaranya :
- Etika berpakaian. Janganlah anda mengenakan pakaian kantor yang terlalu
seksi dan terbuka jika di kantor terdapat peraturan mengenakan pakaian
tertutup. Jangan sampai atasan dan rekan kerja gerah melihat pakaian anda yang
terkesan seksi. Tampil modis dan bergaya tanpa membuka aurat yang seharusnya
tertutup.
- Etika bertelepon. Ketika anda menerima atau menelepon menggunakan
fasilitas kantor, hendaknya bukan digunakan untuk urusan pribadi. Kalaupun anda
kepepet menggunakan fasilitas telepon untuk keperluan pribadi, jangan
menggunakan line telepon terlalu lama. Apabila anda bekerja sebagai costumer
services suatu perusahaan, hendaknya selalu menyapa dengan sopan setiap ada
telepon masuk.
- Etika berkomunikasi. Di kantor, anda tak hanya bekerja pada atasan
saja. Anda pun memiliki rekan kerja yang mungkin saja seruangan dengan anda.
Janganlah menjadi seorang pekerja yang masam. Ketika anda datang, sapalah
seluruh rekan kerja anda dengan senyum ramah
KODE ETIK
PENGERTIAN KODE ETIK
Kode etik merupakan suatu tatanan etika yang
telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya
termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang
agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola
aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau
pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman
berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya
kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang
tidak profesional
FUNGSI KODE ETIK
Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari
kode etik:
- Kode etik memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang
prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik,
pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang
tidak boleh dilakukan.
- Kode etik merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi
yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu
pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu
profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan
kerja (kalangan sosial).
- Kode etik mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi
tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat
dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan
yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau
perusahaan.
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat
kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan
antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional
sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah.
Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa)
misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
Seorang profesional tidak dapat membuat program
semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program
tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan
(security) sistem kerja program aplikasi
tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya:
hacker, cracker, dll). Kode etik profesi Informatikawan merupakan bagian dari
etika profesi.
Jika para profesional TI melanggar kode etik,
mereka dikenakan sanksi moral, sanksisosial, dijauhi, di-banned dari
pekerjaannya, bahkan mungkin dicopot dari jabatannya.
IMPLEMENTASI KODE ETIK
Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam
berbagai bidang khususnya bidang teknologi informasi. Kode etik sangat
dibutuhkan dalam bidang TI karena kode etik tersebut dapat menentukan apa yang
baik dan yang tidak baik serta apakah suatu kegiatan yang dilakukan oleh IT-er
itu dapat dikatakan bertanggung jawab atau tidak. Pada jaman sekarang banyak
sekali orang di bidang TI menyalahgunakan profesinya untuk merugikan orang
lain, contohnya hacker yang sering mencuri uang, password leat computer dengan
menggunakan keahlian mereka. Contoh seperti itu harus dijatuhi hukuman yang
berlaku sesuai dengan kode etik yang telah disepakati. Dan banyak pula tindakan
kejahatan dilakukan di internet selain hacker yaitu cracker, dll. Oleh sebab
itu kode etik bagi pengguna internet sangat dibutuhkan pada jaman sekarang ini.
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para
pengguna internet adalah :
- Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung
berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
- Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi
menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA),
termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan
serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok / lembaga /
institusi lain.
- Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi
untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan
ketentuan internasional umumnya.
- Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah
umur.
- Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi
dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan
cracking.
- Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi,
suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus
mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk
melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab
atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
- Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber
daya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
- Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat
internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan / isi
situsnya.
- Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat
melakukan teguran secara langsung.
Dan walaupun sudah ada kode etik diatas tetapi
tidak semua para pengguna internet dan IT-er mematuhi kode etik tersebut
diatas. Selain itu juga sanksi UU Teknik Informatika bagi para pelanggar kode
etik profesi dalam bidang TI belum begitu tegas dan jelas
HUBUNGAN ANTARA ETIKA DAN KODE
ETIK
“Dihubungkan dengan etika suatu kode etik dapat
dikatakan mencakup usaha untuk menegakkan dan menjamin etika. Kode etik menimba
kekuatan dari etika, tetapi juga memperkuatnya. Kode etik yang tertulis dapat
menyumbang bagi pertumbuhan etika dan keyakinan etis bersama. Kode etik
menuntut usaha bersama untuk semakin mengerti dan semakin melindungi
nilai-nilai manusiawi dan moral profesi
.”(Liliana, 2003:76).
"Kode etik bisa dilihat sebagai produk
etika terapan, sebab dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis . Setelah
muncul kehadiran kode etik, pemikiran etis tidaklah berhenti begitu saja dan
tidak menggantikan pemikiran etis, tapi sebaliknya selalu didampingi oleh
refleksi etis. Kode etik yang sudah ada,
sewaktu-waktu harus dinilai kembali dan jika perlu direvisi atau
disesuaikan." (Bertens K, Etika, 2010:22)
Sumber Referensi: