Minggu, 07 Oktober 2012

SAP SOD 1


SATUAN  ACARA  PERKULIAHAN
MATA  KULIAH  STRUKTUR DAN ORGANISASI DATA 1
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI

1. SISTEM FILE
1.1.      Berkas File
1.2.      Klasifikasi File
  •      Master File
  •      Transaksi File
  •      Report File
  •     Work File
  •      Program File
  •      Text File
  •      Dump File
  •      Library File
  •      History File
1.3.      Model Akses File
  •      Input File
  •      Output File
  •      Input/Output File
1.4.      Organisasi File
  •  Teknik Organisasi File
  •  Cara Pengaksesan File
1.5.      Operasi File
  • Menurut model penggunaannya
  • Menurut model operasi file
2. MEDIA PENYIMPANAN FILE
2.1.        Jenis media penyimpanan file.
2.2.        Magnetic file.
2.3.        Representasi data.
2.4.        Parity dan Error control.
2.5.        Sistem block.
2.6.        Menghitung  kapasitas penyimpanan dan waktu akses.
2.7.        Organisasi berkas dan metode akses.
2.8.       Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic tape.

 3. MEDIA PENYIMPANAN BERKAS
3.1.        Magnetic disk.
3.2.        Karakteristik secara fisik.
3.3.        Representasi data dan pengalamatan.
3.4.        Organisasi berkas dan metode akses.
3.5        Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic disk.

4. ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL
4.1.        Pembuatan berkas sequential.
4.2.        Retrieval berkas sequential.
4.3.        Update terhadap berkas sequential.
4.4        Berkas turunan.

5. ORGANISASI BERKAS RELATIF
5.1.        Teknik pemetaan langsung.
  • Teknik pemetan alamat  mutlak.
  • Teknik pengalamatan relatif.
5.2.        Teknik pencarian tabel.
5.3.        Teknik kalkulasi alamat.
  • Division remainder.
  • Mid square.
  • Folding.
5.4.        Pendekatan terhadap masalah collision.
  • Open addressing.
  • Separate overflow.
  • Linier probling.
  • Double hashing.
5.5.        Synonim chaining.
5.6.        Bucket addressing.

 6. ORGANISASI BERKAS INDEX SEQUENTIAL
6.1.        Definisi dan aplikasi berkas index sequential.
6.2.        Implementasi organisasi berkas index sequential.
6.3.       Blok index dan data.
6.4.        Prime dan overflow data area.
6.5        Penerapan dalam bahasa pemrograman.

7. ORGANISASI BERKAS DENGAN BANYAK FILE
7.1.        Organisasi inverter file.
7.2.        Organisasi multi list file.
7.3.        Penerapan dalam bahasa pemrograman.

 8. PENGENALAN KONTROL I/O
8.1.        Definisi dan persyaratan kontrol I/O.
8.2.        Direktori berkas dan kontrol informasi.
8.3.        Kontrol peralatan.
8.4.        Manajemen saluran.
8.5.       Manajemen buffer.

9. SORT DAN MERGE FILE
9.1.        Natural merge file.
9.2.        Balance merge file.
9.3.        Polyphase merge file.
9.4.       Cascade merge file.

Daftar Referensi

1.      Loomis, Mary E.S,  Data Management and File Structure, Prentice-Hall International, 1989.
2.      Bunawan dan Kalya Prasetya, Seri Diktat Kuliah Berkas dan Akses, Penerbit Gunadarma, 1992.
3.      Claybrook, Billy G, File Management Techniques, John Wiley & Son, 1983.
4.      Brown, G.R. & Finkel, L.R., IBM PC Data File Programming, John Wiley & Son, 1983.
5.      Szmansky, R.A., et al., Introduction to Computers and Information Systems, Second Edition, Macmillan Publishing Company, 1991.


 

Sabtu, 06 Oktober 2012

SAP STATISTIKA DASAR

SATUAN  ACARA  PERKULIAHAN
MATA  KULIAH  STATISTIKA DASAR
KODE / SKS: KD - 012329 / 3 SKS

1. konsep statistika dan notasi penjumlahan 
1.1. Konsep statistika
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian statistika
·         Mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan statistika
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian statistik deskriptif dan statistik inferensia
·         Mahasiswa dapat memberi contoh  kasus statistika deskriptif dan inferensia
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian populasi dan contoh
·         Mahasiswa dapat menyebutkan jenis-jenis data

1.2. Kajian Ulang Notasi Penjumlahan
·         Mahasiswa dapat menuliskan bentuk umum notasi penjumlahan
      ·         Mahasiswa dapat menjelaskan dalil-dalil notasi penjumlahan
 
2.     Distribusi Frekuensi
2.1. Pembentukan Tabel Distribusi Frekuensi
·       Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian interval, frekuensi, selang, range, titik tengah kelas, batas kelas, tepi batas kelas
·       Mahasiswa dapat menentukan jumlah kelas dengan cara umum maupun aturan Sturges
·       Mahasiswa dapat menghitung interval kelas, frekuensi, selang, range, titik tengah kelas, batas kelas, tepi batas kelas
      ·       Mahasiswa dapat menentukan tepi batas atas dan tepi batas bawah kelas
2.2. Tabel Distribusi Frekuensi
·      Mahasiswa dapat membedakan frekuensi relatif, frekuensi kumulatif, frekuensi kumulatif lebih dari dan kurang dari
·       Mahasiswa dapat menghitung frekuensi relatif, frekuensi kumulatif, frekuensi kumulatif lebih dari dan kurang dari
·       Mahasiswa dapat menggambar tabel distribusi frekuensi dalam bentuk grafik

 3. Ukuran Statistik
  3.1.  Ukuran Pemusatan
·      Mahasiswa dapat menuliskan rumus rata-rata hitung, median, modus, bagi data tersebar dan data berkelompok
·   Mahasiswa dapat menghitung rata-rata hitung, median, modus, bagi data tersebar dan data berkelompok.
·        Mahasiswa dapat menyimpulkan letak rata-rata hitung, median, modus bagi distribusi simetris
·   Mahasiswa dapat menuliskan rumus quartil, quintil, decil, persentil data tersebar dan data berkelompok.
·        Mahasiswa dapat menghitung quartil, quintil, decil, persentil data tersebar dan data berkelompok.
3.2. Ukuran Penyebaran
·       Mahasiswa dapat menuliskan rumus range, ragam, / variansi, simpangan baku / standar deviasi data tersebar dan data berkelompok.
·      Mahasiswa dapat menghitung rumus range, ragam, / variansi, simpangan baku / standar deviasi data tersebar dan data berkelompok.
·       Mahasiswa dapat menuliskan rumus skor Z
·       Mahasiswa dapat menghitung skor Z

4. Probabilitas
    4.1. Pencacahan Ruang Sampel
 ·    Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ruang sampel, kejadian, titik contoh.
·    Mahasiswa dapat menyebutkan dengan lengkap ruang sampel, kejadian dan titik contoh dari suatu contoh kasus
·     Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian permutasi dan kombinasi
·     Mahasiswa dapat membedakan contoh kasus permutasi dan kombinasi
·     Mahasiswa dapat menuliskan rumus permutasi dan kombinasi
·    Mahasiswa dapat menghitung jumlah susunan yang mungkin dari suatu contoh kasus permutasi dan kombinasi
      ·        Mahasiswa dapat menyebutkan titik contoh dari suatu contoh kasus permutasi dan kombinasi
   4.2. Konsep Dasar Probabilitas
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian probabilitas
·         Mahasiswa dapat memberi contoh kejadian dengan nilai probabilitas 0, 1 dan antara 0 - 1. 
·         Mahasiswa dapat menghitung dalil penjumlahan, peluang bersyarat dan dalil perkalian.  
  
5. Distribusi Teoritis
      5.1. Konsep Dasar Distribusi Teoritis
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian peubah acak, distribusi teoritis
·         Mahasiswa dapat membedakan distribusi teoritis diskrit dan kontinue
·         Distribusi Teoritis Diskrit (Uniform)
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian distribusi uniform / seragam
·         Mahasiswa dapat menuliskan rumus distribusi uniform
·         Mahasiswa dapat menyebutkan contoh kasus dari distribusi uniform
      ·         Mahasiswa dapat menghitung nilai probabilitas dari suatu contoh kasus distribusi uniform.
      5.2. Distribusi Hipergeometrik
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian distribusi hipergeometrik
·         Mahasiswa dapat menuliskan rumus distribusi hipergeometrik
·         Mahasiswa dapat menyebutkan contoh kasus dari distribusi hipergeometrik
·         Mahasiswa dapat menghitung nilai probabilitas dari suatu contoh kasus distribusi hipergeometrik 
     5.3. Distribusi Binomial
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian distribusi binomial
·         Mahasiswa dapat menuliskan rumus distribusi binomial
·         Mahasiswa dapat menyebutkan contoh kasus dari distribusi binomial
·         Mahasiswa dapat menghitung nilai probabilitas dari suatu contoh kasus distribusi binomial
·         Mahasiswa dapat membaca tabel binomial
     5.4. Distribusi Poisson
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian distribusi Poisson
·         Mahasiswa dapat menuliskan rumus distribusi Poisson
·         Mahasiswa dapat menyebutkan contoh kasus dari distribusi Poisson
·         Mahasiswa dapat menghitung nilai probabilitas dari suatu contoh kasus distribusi Poisson
·         Mahasiswa dapat membaca tabel Poisson
·         Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara distribusi poisson dengan distribusi binomial
      5.5. Distribusi Normal
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian distribusi Normal
·         Mahasiswa dapat menuliskan rumus distribusi Normal
·         Mahasiswa dapat menyebutkan contoh kasus dari distribusi Normal
·         Mahasiswa dapat menghitung nilai probabilitas dari suatu contoh kasus distribusi Normal
·         Mahasiswa dapat membaca tabel Normal
·     Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara distribusi poisson, distribusi binomial  dengan distribusi Normal
      5.6. Distribusi Normal
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian nilai Z dan t
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian distribusi t
·         Mahasiswa dapat membaca tabel t
·         Mahasiswa dapat menyebutkan contoh kasus dari suatu distribusi t
·         Mahasiswa dapat membedakan contoh kasus distribusi Z dan distribusi t

 
Daftar Referensi

1.     Bambang Kustituanto dan Rudy Badrudin, Statistika I (Deskriptif), Seri Diktat Kuliah, Penerbit Gunadarma, Jakarta, 1994
2.     Haryono Subiyakto, Statistika 2, Seri Diktat Kuliah, Penerbit Gunadarma, Jakarta, 1994
3.     Levin, Richard I & David Rubin, Statistics for Management, Prentice Hall, New Jersey, 1991
4.     Ronald E Walpole, Pengantar Statistika, Edisi Terjemahan, PT Gramedia Jakarta, 1992